Usia Produktif Melimpah, Namun Angka Pengangguran Kaltim Masih di Atas Nasional

ADMIN NAKERBISA 28 April, 2026

Samarinda, Satu Indonesia – Provinsi Kalimantan Timur kini tengah menikmati fase bonus demografi, yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif.

Situasi ini membuka peluang besar bagi percepatan pembangunan daerah. Namun, jika ketersediaan lapangan kerja tidak dipersiapkan dengan baik, peluang tersebut bisa berubah menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan pembangunan.

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Bidang P2EPD Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Alfino Rinaldi Arief, pada Rabu (08/04/2026) dalam Rapat Koordinasi Daerah BKKBN Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim.

Alfino menyatakan bahwa rasio ketergantungan penduduk terus menurun. Hal ini menunjukkan jumlah penduduk usia produktif semakin meningkat.

“Artinya produktivitas penduduk di Kalimantan Timur semakin tinggi,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya ketidakseimbangan antara supply dan demand tenaga kerja. Banyak lulusan pendidikan belum terserap sesuai kompetensi. Kondisi ini menjadi perhatian dalam perencanaan kependudukan.

Data menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Kaltim masih di atas rata-rata nasional. Pada 2025, angka pengangguran mencapai 5,18 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan nasional yang berada di kisaran 4,85 persen.

Alfino menilai kondisi ini menjadi indikasi belum optimalnya penciptaan lapangan kerja. Investasi dan pengembangan sektor usaha perlu diperkuat. Hal ini penting untuk menyerap tenaga kerja produktif.

Lebih lanjut ia membeber, puncak bonus demografi diperkirakan terjadi pada 2030. Jika tidak diantisipasi sejak sekarang, pengangguran berpotensi meningkat. Kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui Rakorda ini, pemerintah daerah menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan. Perencanaan kependudukan harus selaras dengan strategi ekonomi. Dengan demikian, bonus demografi dapat dimanfaatkan secara optimal.